Penyakit Kanker Darah: Jenis, Gejala, dan Pengobatannya

Penyakit kanker darah merupakan salah satu penyakit kanker dari 10 kanker yang banyak diderita di Indonesia. Nah apa sih kanker darah itu? Yuk simak ulasan dari TipsKesehatan123.com berikut ini ..

Penyakit kanker darah merupakan sebuah jenis penyakit yang menyerang darah, sumsum tulang, dan sistem limfatik (kelenjar getah bening). Penyakit ini menduduki 10 penyakit kanker yang paling banyak diderita di Indonesia. Sementara menurut data di Inggris, setiap 20 menit ada 1 orang yang divonis terkena penyakit ini.

Jenis-Jenis Kanker Darah

Ada 3 jenis penyakit kanker darah, yaitu:

  1. Leukemia atau kanker darah putih
  2. Limfoma atau kanker kelenjar getah bening
  3. Myeloma atau kanker sel plasma

Dari ketiga jenis kanker darah di atas, jenis penyakit yang paling sering dialami adalah leukemia dan limfoma. Sementara jenis myeloma sendiri paling jarang diderita.

mengenal penyakit kanker darah

Pembentukan Sel Darah (source: cancer.gov)



Mengenal Penyakit Kanker Darah Putih Leukemia

Penyakit leukemia menyerang sel darah putih. Sel darah putih sendiri memiliki peranan yang sangat penting dalam sistem kekebalan tubuh yaitu melawan kuman-kuman penyebab infeksi. Sel darah putih diproduksi di sumsum tulang.

Jika seseorang terkena penyakit kanker darah putih leukemia maka penderita tsb akan memproduksi sel darah putih tidak sempurna abnormal yang dapat menyumbat sumsum tulang sehingga sumsum tulang tsb tidak mampu lagi memproduksi sel darah putih sehat. Akibatnya terjadilah gangguan pada sistem kekebalan tubuh.

Penyakit kanker darah putih akut terjadi secara tiba-tiba, berlangsung cepat, dan perlu ditangani segera. Sementara pada leukemia kronis, penyakit ini berkembang secara lambat, dalam berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

Ada 4 jenis penyakit kanker darah putih / leukemia, yaitu:

  1. Leukemia Myeloid Akut / Acute Myeloid Leukaemia (AML) – Penyakit ini lebih umum terjadi pada usia di atas 65 tahun. Walaupun demikian, jenis kanker darah ini dapat menyerang golongan mana saja.
  2. Leukemia Limfoblastik Akut / Acute Lymphoblastic Leukaemia (ALL) – Penyakit ini lebih sering terjadi pada anak-anak.
  3. Leukemia Myeloid Kronis / Chronic Myeloid Leukaemia (CML) – Penyakit ini lebih jarang terjadi.
  4. Leukemia Limfositik Kronis / Chronic Lymphocytic Leukaemia (CLL) – Penyakit ini lebih sering terjadi pada usia 60 tahun ke atas dan jarang terjadi pada usia di bawah 40 tahun.

Mengenal Penyakit Kanker Darah Limfoma

Limfoma merupakan jenis kanker darah yang menyerang sistem limfatik (sistem kelenjar getah bening). Peranan sistem kelenjar getah bening adalah membantu melindungi tubuh dari serangan penyakit dan infeksi.

Seorang penderita limfoma akan membuat terlalu banyak limfosit (yaitu salah satu jenis sel darah putih) dan waktu hidup limfosit ini akan lebih lama dari seharusnya sehingga mengganggu sistem kekebalan tubuh.

Penyakit kanker darah limfoma dapat berkembang di bagian tubuh mana saja, termasuk di kelenjar getah bening, sumsum tulang, darah, limpa, dan organ lainnya.

Ada 2 jenis limfoma, yaitu:

  1. Limfoma Non-Hodgkin / Non-Hodgkin Lymphoma (NHL) – Penyakit kanker darah ini paling banyak diderita terutama pada usia di atas 65 tahun.
  2. Limfoma Hodgkin / Hodgkin Lymphoma atau dikenal juga sebagai Penyakit Hodgkin – Penyakit kanker darah ini lebih jarang terjadi, dapat menyerang segala jenis usia, namun lebih umum diderita pada usia muda.

Baca juga:

Mengenal Penyakit Kanker Darah Myeloma

Myeloma merupakan jenis kanker darah yang menyerang sel plasma. Sel plasma dapat ditemukan di sumsum tulang dan memiliki peranan dalam produksi antibodi yang sangat penting untuk melawan infeksi.

Baca juga:  Apa Saja Penyakit Berbahaya Yang Disebabkan Diabetes ?

Pada kasus myeloma, jumlah sel plasma abnormal akan mengganggu sumsum tulang dalam produksi sel plasma sehat.

Risiko terkena penyakit kanker darah jenis myeloma akan meningkat seiring dengan peningkatan usia. Ditemukan 40% kasus myeloma pada usia di atas 75 tahun.

Gejala Kanker Darah

Penyakit kanker darah dapat menyebabkan gejala-gejala yang berbeda. Beberapa gejala tsb umum dialami oleh penderita kanker darah, namun ada gejala lainnya yang khusus untuk jenis kanker darah tertentu. Sebagai contoh, pembengkakan kelenjar limfa merupakan salah satu ciri-ciri limfoma yang khusus. Sementara gejala myeloma yang umum adalah nyeri tulang terutama di bagian punggung.

Berikut ini adalah ciri-ciri kanker darah secara umum, yaitu:

  • Penurunan berat badan yang tidak jelas (bukan karena program diet atau olahraga)
  • Lelah
  • Merasa lemas atau sulit bernapas
  • Mudah memar atau berdarah
  • Pembengkakan kelenjar limfa / getah bening
  • Pembengkakan perut atau rasa tak nyaman di perut
  • Sering mengalami infeksi
  • Demam atau berkeringat di malam hari
  • Nyeri tulang atau di persendian
  • Kulit gatal
  • Nyeri tulang punggung

Bila Anda mengalami tanda-tanda kanker darah seperti disebutkan di atas segeralah periksakan diri ke dokter. Walaupun gejala di atas bersifat umum dan tidak dapat menjadi patokan seseorang terkena kanker atau tidak namun deteksi dini kanker dapat menyelamatkan jiwa Anda.

Langkah Pengobatan Kanker Darah

Terapi pengobatan penyakit kanker darah yang dipilih akan sangat tergantung pada jenis kanker yang diderita, stadium, dan kondisi kesehatan penderita secara umum.

Berikut ini adalah beberapa terapi pengobatan penyakit kanker darah yang paling banyak digunakan, yaitu:

  1. Kemoterapi yaitu pemberian obat yang dapat menghancurkan sel kanker. Jenis terapi ini dapat diberikan sendiri atau digabungkan dengan terapi pengobatan kanker darah lainnya seperti radioterapi. Kemoterapi didesain untuk menyerang sel sehingga tidak mampu tumbuh dan berkembang namun masalahnya obat ini seringkali menyerang sel normal juga sehingga memicu efek samping, seperti mual, kelelahan, dan kerontokan. Kemoterapi juga diperlukan saat seseorang akan melakukan pencangkokan sumsum tulang belakang sebagai terapi kondisi agar tubuh tidak menganggap sumsum donor tsb sebagai “zat asing”.
  2. Radioterapi yaitu terapi pengobatan kanker menggunakan sinar X berenergi tinggi untuk membunuh sel kanker. Terapi radiasi ini dapat mengobati beberapa jenis penyakit kanker darah leukemia dan limfoma. Dokter dapat juga menggunakan terapi ini untuk menyiapkan pasien sebelum melakukan transplantasi sumsum tulang belakang sebagai terapi kondisi. Terapi radiasi juga dapat merusak sel normal sehingga menyebabkan beberapa efek samping seperti kelelahan.

Selain 2 jenis terapi pengobatan penyakit kanker darah di atas, sebetulnya ada lagi langkah pengobatan lain seperti transplantasi sumsum tulang belakang.

Itulah informasi seputar penyakit kanker darah. Semoga isi artikel di atas dapat bermanfaat …

Sumber Referensi:
www.anthonynolan.org/patients-and-families/blood-cancers-and-blood-disorders/what-blood-cancer
www.leukaemiacare.org.uk/signs-and-symptoms-of-blood-cancer

 

Penyakit Kanker Darah: Jenis, Gejala, dan Pengobatannya | Tips Kesehatan | 4.5