Obat Penyakit Lupus dan Efek Sampingnya

Obat Penyakit Lupus – Sampai saat ini penyakit Lupus eritematosus sistemik atau systemic lupus erythematosus (SLE) tak dapat disembuhkan. Tujuan dari pengobatan lupus yang tersedia adalah hanya untuk mengurangi tingkat gejala penyakit lupus, mencegah kerusakan organ dalam, dan meminimalkan dampak pada kehidupan penderita lupus.

Selain mengetahui penyebab penyakit lupus, mengenali gejala lupus, para penderita ataupun orang terdekat dengan penderita sebaiknya mengetahui pula jenis obat lupus yang diberikan oleh dokter. Nah untuk menambah wawasan Anda, silahkan simak ulasan obat penyakit lupus beserta efek samping dari obat lupus tsb yang akan diulas oleh Tips Kesehatan sbb …

Obat Penyakit Lupus dan Efek Sampingnya

Obat Penyakit Lupus dan Efek Sampingnya



Baca juga: Apa Penyebab Penyakit Lupus dan Infeksinya?

Obat Penyakit Lupus Yang Perlu Diketahui Beserta Efek Sampingnya

Berikut ini adalah beberapa jenis obat lupus yang sering diberikan oleh dokter:

Anti Inflamasi Non Steroid (NSAID: Non Steroid Anti Inflamation Drug)

Nyeri sendi atau pun nyeri otot adalah salah satu gejala penyakit lupus paling utama. Dokter mungkin saja akan memberikan obat anti inflamasi non steroid untuk kurangi gejala tersebut. Obat anti inflamasi non steroid ini merupakan pereda sakit yang bisa kurangi inflamasi yang telah terjadi pada tubuh.

Jenis obat penyakit lupus dari golongan NSAID adalah naproxen, buproden, diclocfenac, dan juga piroxicam. Jenis obat-obatan tersebut sudah dijual bebas dan bisa obati nyeri sendi dan juga otot ringan. Akan tetapi Anda masih butuh obat dengan resep dokter bila alami nyeri sendi atau pun otot yang lebih parah lagi.

Efek Samping Obat Penyakit Lupus “NSAID”

Penderita penyakit lupus ini lebih baik lebih waspada sebab obat tersebut tak cocok bila mereka sedang atau pun pernah alami gangguan ginjal, lambung, atau pun hati. Obat satu ini juga mungkin saja tak cocok bagi penderita asma. Efek samping dari konsumsi obat anti inflamasi non steroid dosis tinggi atau pun jangka panjang bisa akibatkan pendarahan dalam sebab rusaknya dinding lambung. Sebab itulah, dokter nantinya akan memantau kondisi penderita lupus yang harus mengkonsumsinya untuk jangka panjang yang lebih cermat lagi.

Baca juga: Adakah Suplemen Herbal Khusus Bagi Penderita Penyakit Lupus?

Kortikosteroid

Obat penyakit lupus kortikosteroid ini bisa mengurangi inflamasi secara cepat dan juga efektif. Obat tersebut umumnya diberikan dokter bila penderita lupus alami gejala atau pun serangan yang parah. Untuk kendalikan gejala dan serangan, tahapan awal pemberian obat satu ini mungkin saja akan berdosis tinggi, kemudian dosisnya akan diturunkan secara bertahap seiring dengan kodisi penderita yang semakin membaik.

Baca juga:  Hal-hal Yang Menjadi Penyebab Penyakit Anemia

Efek Samping Obat Lupus Kortikosteroid

Kortiosteroid ini akan selalu diberukan dengan dosis rendah, sebab dosis tinggi dan konsumsi dalam jangka panjang obat tersebut bisa sebabkan efek sampingnya yang meliputi penipisan pada tulang, penipisan pada kulit, bertambahnya berat badan, dan juga terjadinya peningkatan tekanan darah tinggi. Cara terbaik untuk minimalisasi efek samping obat lupus satu ini adalah dengan menyesuaikan dosisnya dengan aktifitas penyakit sembari megendalikannya secara efektif.

Hydroxychloroquine

Selain pernah dipergunakan untuk mengobati malaria, obat satu ini ternyata juga sangat efektif sekali untuk obati beberapa gejala utama penyakit lupus, seperti nyeri sendi atau oto, kelelahan, ruam di kulit, cegah serangan yang parah, kendalikan gejala, dan juga cegah perkembangan komplikasi yang serius.

Keefektifan dari obat Hydroxychloroquine untuk mengobati penyakit lupus ini umumnya akan dirasakan bagi penderita lupus setelah konsumsi selama 1.5 hingga 3 bulan. Akan tetapi semua obat tetap mempunyai efek samping, tak terkecuali untuk obat Hydroxychloroquine ini.

Efek Samping Obat Penyakit Lupus Hydroxychloroquine

Efek sampingnya adalah diare, gangguan penceranan, sakit kepala, dan juga ruam di kulit. Untuk efek samping yang lebih parah lagi adalah kerusakan mata.

Imunosupresan

Cara kerja obat satu ini adalah menekan kinerja sistem kekebalan tubuh, selain itu ada beberapa jenis obat Imunosupresan yang umumnya diberikan dengan resep dokter, yakni azathioprine, mofetil, mycophenolate mofetil, dan juga cyclophosphamide. Imunosupresan akan ringankan gejala dari penyakit lupus dengan cara membatasi kerusakan pada bagian tubuh sehat akibat dari serangan sistem kekebalan. Obat tersebut juga kadang diberikan secara bersamaan dengan kortikosteroid.

Apabila dikombinasikan, maka keduanya bisa ringakan gejala lupus yang lebih efektif lagi. Penggunaan Imunosupresan juga kemungkinan bisa kurangi dosis kortikosteroid yang telah dibutuhkan penderita. Imunosupresan ini termasuk halnya obat yang cukup keras dan bisa sebabkan efek samping seperti muntah, kehilangan nafsu makan, diar, pembengkakan pada gusi, mudah lebam atau pun berdarah, sakit kepala, kejang-kejang, bertambahnya berat badan, dan juga berjerawat. Oleh sebab itulah, obat satu ini umumnya diberikan dengan resep dokter hanya bagi penderita penyakit lupus.

Demikian informasi yang bisa kami bagikan tentang obat penyakit lupus dan efek sampingnya. Semoga bermanfaat.

Artikel TipsKesehatan123.com ini dikenal, sbb :

efek samping obat lupus -efek minum obat lupus -perut mengeras saat minum obat lupus -efek samping obt lupus sle -efek samping NSAID pada lupus -efek samping dari obat lupus osteo caps -efek saming obat lupus -efek penyakit lupus -efek lupus -efek buruk penyakit lupus -

Obat Penyakit Lupus dan Efek Sampingnya | Tips Kesehatan | 4.5